JAPAN Local Guide

Bandar Udara Saga
Home » Destination » Bandar Udara Saga » Merasakan sedikit Budaya Tradisional Jepang melalui Makanan

Merasakan sedikit Budaya Tradisional Jepang melalui Makanan

Jepang memiliki empat musim yang berbeda yang mempengaruhi setiap aspek kehidupan di Jepang. Anda tidak perlu bertanya musim apa saat ini. Untuk mata asing yang tak terlatih, Upacara Teh tradisional barangkali terlihat sama dalam setiap kali pelaksanaannya. Namun jika Anda lebih cermat, anda akan mengetahui bahwa mangkuk, bunga dan dekorasi di ruang minum teh kerap berganti-ganti seiring perubahan musim.
Tren ini juga terlihat jelas pada makanan yang kita makan. Pada upacara minum teh yang resmi Anda akan diberi bento khusus (makanan yang disiapkan dan dikemas di dalam kotak) yang dikenal dengan nama Tenshin. Urutan upacaranya adalah makan terlebih dahulu sebelum minum teh, dimana hal ini dimaksudkan untuk sepenuhnya menghargai rasa dari teh. Bento Tenshin terdiri dari berbagai makanan yang berbeda dengan porsi yang kecil, yang dibuat dari bahan-bahan segar yang disesuaikan dengan musim dan waktu pelaksanaan. Masing-masing makanan tersebut disusun dengan hati-hati dan dihias sedemikian rupa sehingga indah dipandang.
Ketika saya mengunjungi Cafe Teh Jepang bernama Suiki di tahun baru, Saya mencoba makan siang Tenshin khusus Tahun Baru dengan minuman Matcha. Pemilik kafe adalah instruktur Sencha (teh hijau) yang sangat berkompeten yang dapat menyajikan teh Jepang berkualitas terbaik.
tenshin bento lunch di dalam Tenshin bento khusus ini terdapat kacang hitam yang juga tersedia di musim tertentu saja. Kacang ini dianggap membawa keberuntungan dan selalu disajikan dalam hidangan tradisional Tahun Baru yang dikenal sebagai Osechi ryori. Salah satu hidangan saya dibuat dari kulit yuzu (spesies citron Asiatic aromatik yang dipanen saat musim dingin)! Di atasnya terdapat udang yang juga merupakan bahan tradisional untuk hidangan tahun baru. Kombinasi warna putih dan merah dianggap membawa keberuntungan dan disajikan dalam acara-acara perayaan.

yuzu and shrimp

Matcha (teh hijau yang dibuat dengan menggunakan bubuk teh hijau) dan manisan Jepang disajikan setelah makan seperti halnya di Upacara minum teh!

Matcha Mungkin berbagai perayaan terkait musim sudah mendarah daging dalam budaya Jepang. Hal ini karena musim di Jepang sangat penting. Setiap musim membawa keunikan flora, buah dan sayuran yang sangat penting untuk dirayakan.
Makan siang di Suiki adalah sebauh pengalaman untuk merasakan budaya Jepang. Oleh sebab itu saya akan merekomendasikan hal ini kepada setiap orang yang berkunjung ke Saga!

Informasi

Japanese Tea Cafe Suiki (日本茶カフェすいき)
Alamat: 3-2-78 Tafuse, Saga City
Telephone: 0952-24-5875
Jam Operasional: 12:00~18:00 di hari Kamis, Jumat dan Sabtu (hari Minggu juga dimungkinkan buka) Hari Libur: Minggu hingga Rabu
Akses 1: 5 menit berkendara dari stasiun Saga station
Jarak ke Bandara: 12 km dari bandara Saga Airport
Bahasa menu: Jepang

Translated by A.A. Hadi

Comments are closed.

Pick Up

mypl.net